01 Januari 2023

(sekilas) Jabatan Fungsional

Jabatan fungsional, istilah ini sering kita dengar melekat pada pegawai pemerintahan (PNS). Jabatan fungsional adalah sekelompok jabatan yang berisi fungsi dan tugas berkaitan dengan pelayanan fungsional berdasarkan pada keahlian dan keterampilan tertentu. Jabatan ini menurut Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian termasuk jabatan karier selain dari Jabatan Struktural.  

Menurut Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional PNS, Jabatan Fungsional dibagi menjadi Jabatan Fungsional Keahlian dan Jabatan Fungsional Keterampilan. Jabatan fungsional keahlian adalah jabatan fungsional klasifikasi profesional yang pelaksanaan tugas dan fungsinya mensyaratkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang keahliannya. Sedangkan Jabatan fungsional keterampilan adalah jabatan fungsional kualifikasi teknisi atau penunjang profesional yang pelaksanaan tugas dan fungsinya mensyaratkan penguasaan pengetahuan teknis di satu bidang ilmu pengetahuan atau lebih.

Jabatan fungsional tidak semudah yang dibayangkan, ketika menjadi abdi negara merupakan pilihan karir, ketika tidak dibarengi dengan kemampuan akan pengetahuan teknis pendukung jabatan tersebut. Institusi pembina dari jabatan fungsional ini juga tidak hanya berasal dari 1 (satu) Kementerian/Lembaga non kementerian tertentu, institusi pembina tergantung dari jabatan fungsional tersebut. Seperti jabatan fungsional peneliti, dimana LIPI (saat ini BRIN) menjadi institusi pembinanya. Contoh lainnya seperti jabatan fungsional instruktur, dimana Kementerian Tenaga Kerja menjadi institusi pembinanya. 



09 Mei 2022

DINAMIKA KESEPAKATAN PERDAGANGAN LINTAS BATAS ANTARA INDONESIA DAN MALAYSIA DAN PENGEMBANGAN SENTRA KELAUTAN DAN PERIKANAN TERPADU (SKPT) SEBATIK DI KALIMANTAN UTARA

Perdagangan lintas negara Malaysia - Indonesia telah berlangsung lebih dari 30 tahun dengan payung hukum kesepakatan perdagangan lintas negara (The Border Trade Agreement (BTA) Between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of Malaysia). 

Pada tahun 2015, pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memiliki kebijakan khusus untuk pengembangan ekonomi wilayah perbatasan pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu
(SKPT) di pulau-pulau kecil dan terluar. Pulau Sebatik merupakan salah satu lokasi perbatasan yang sangat strategis untuk dikembangkan dan karena alasan tersebut, lokasi ini menjadi salah satu lokasi dari SKPT.
Pembangunan SKPT Sebatik secara tidak langsung diperkirakan dapat menimbulkan dampak terhadap
perkembangan kerjasama sosial ekonomi Malaysia -Indonesia (Malindo), karena pembangunan SKPT
memunculkan pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah perbatasan Malindo. 

Tujuan paper ini membahas pengaruh Pengembangan SKPT Sebatik terhadap dinamika kesepakatan kerjasama perdagangan lintas batas Indonesia dan Malaysia. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan menganalisa data primer dan sekunder yang bersumber pada observasi lapangan, wawancara dan dokumen-dokumen kesepakatan kerjasama. 

Kajian menemukan bahwa kebijakan pembangunan dan pengembangan SKPT Sebatik diperkirakan akan memberikan pengaruh positif terhadap kerjasama perdagangan lintas batas Indoensia-Malaysia yang selanjutnya lebih dikenal Sosek Malindo. Pengembangan SKPT akan meningkatkan  nilai tawar posisi Indonesia dalam perundingan kerjasama sosial ekonomi Indonesia-Malaysia khususnya terkait perdagangan produk hasil perikanan lintas negara Indonesia dan Malaysia.

Kata Kunci: perdagangan perbatasan; sosek malindo; SKPT; Sebatik; perikanan
 
Tulisan di atas merupakan salah satu tulisan yang ditulis berdasarkan pada hasil penelitian/kajian yang dilakukan di wilayah perbatasan. 
Topik perdagangan lintas batas antarnegara dapat menjadi topik menarik untuk dibahas dari beragam disiplin ilmu, minimal berdasarkan apa yang pernah dilakukan dapat melihat dari sisi regulasi, politik diplomasi, maupun masyarakat dan budayanya. 
Keunikan dari topik ini berdasarkan pengalaman meskipun topik bahasannya sama, temuan dalam penelitian akan berbeda tergantung pada situasi kondisi bahkan kadang waktu penelitian yang dilakukan. Dinamika terkait kebijakan yang mengatur hubungan perdagangan lebih cepat dibandingkan dengan perubahan materi kebijakan yang diatur dalam aturan formal.
Semoga tulisan lengkap dalam link terkait bisa memperkaya khasanah pengetahuan mempelajari Indonesia.
http://ejournal-balitbang.kkp.go.id/index.php/jkse/article/view/8318
 

04 November 2021


Refleksi Diri 2021

Setelah sekian lama akhirnya aku coba menulis lagi
Kenapa memberi judul refleksi diri?
Karena pada kenyataannya selama hampir 3 (tiga) tahun berusaha untuk mengenal diriku sendiri, mengenali permasalahannya, kesalahan yang aku lakukan tanpa aku harus menunjuk pada orang lain untuk melemparkan kata 'karena dia...', menunjuk pada orang lain dengan satu jari sama dengan menunjukkan empat jari lainnya pada diri sendiri.
Belajar memaafkan diri sendiri, dan belajar memohon maaf dengan ikhlas pada Sang Pencipta, mungkin terkesan sesuai yang klise dan dibuat-buat bagi orang lain. Tapi ternyata itu nyata bagi saya. Dimata orang lain, mungkin saya seperti pribadi yang tidak pernah ada masalah, dan orang paling keras kepala, serta merasa tidak pernah berbuat kesalahan alias selalu merasa benar. Kenyataannya berbanding terbalik.
Self healing mungkin itu istilah yang saya pilih untuk kondisi saya saat ini.
Allah lha tempat saya akhirnya kembali
berusaha mengingat komitmen apa yang harus saya penuhi pada Allah, saya pikir hanya itu jalan terbaik saya
sahabat, itu merupakan harta termahal dan sepertinya itu keajaiban untuk saya miliki; dan Allah memunculkannya untuk saya, tidak banyak, tapi mereka menolong saya dan bisa menerima saya apa adanya, bisa memberikan kepercayaan hanya dengan mengucapkan 'kalau belum mau cerita, tidak perlu cerita...saya percaya...selesaikan masalah kamu satu per satu, pelan pelan, bertahap...saya percaya kamu bisa'
Mendapat kepercayaan itu membuat saya menangis, masih ada pit, masih ada...jadi biarkan dirimu menyelesaikan satu per satu, jangan buat kecewa sahabat yang mempercayai dirimu...
Banyak bersyukur, itu yang sedang saya lakukan dengan kondisi apapun yang saya alami
Allah itu Maha Baik, meskipun saya mengalami bermacam-macam kondisi, Dia tetap membuat saya hidup, itu berarti saya masih diberi kesempatan menunaikan janji saya pada Dia...
Alhamdulillah sedikit banget tuntas bertahap, paling tidak Allah telah memberikan penjaga yang baik: bapak, kakak, adik, keponakan-keponakan hebat yang membuatku bisa melakukannya dan tetap akan berusaha melakukannya
Semua peristiwa yang ku lewati, menjadi jembatanku untuk bersyukur
Untuk semua yang baca tulisan ini, ketika anda membaca, pasti anda tau kalau saya masih menyembunyikan banyak hal, karena pada dasarnya saya orang yang tertutup dan hanya berusaha mencoba bercerita sebagai bagian dari proses healing saya.
Mohon Maaf Lahir Batin hanya itu yang bisa saya ucapkan, Insyaallah kepada siapapun yang mengenal saya, saya pun hingga saat ini tetap berusaha untuk memaafkan semua yang mengenal saya jika ada yang berbuat salah dan khilaf pada saya. Kenapa pilih kata 'berusaha memaafkan', karena saya tidak mau berbohong, saya ini manusia, pasti punya kesalahan, pasti bisa berbuat salah dan khilaf.
Terimakasih
Salam sehat untuk semua...semoga saya bisa lanjut mengisi blog ini dengan tulisan ilmiah dan bukan sekedar ajang curhat saya...
 
Catatan: 
foto yang saya sertakan itu air gambut, saya ternyata bisa kangen juga melihat air gambut, air berwarna seperti teh, banyak mengandung manfaat, tetapi saat ini sudah mulai berkurang karena semakin banyak yang menanam sawit 
 

13 Januari 2017

Wisata Hiu Paus Gorontalo


Setelah lama tidak menulis di blog ini, di tahun ini, saya akan berusaha untuk menuliskan kembali pengalaman2 ku.
Wisata Hiu Paus di Gorontalo, ditempat itu dokumentasi ini diabadikan. Ini merupakan kesempatan ke-2 saya datang di Propinsi Gorontalo, sebuah provinsi di daratan pulau sulawesi.
Pasti akan ada beragam tanggapan jika semua orang melihat peristiwa tersebut. Kalau dari pandangan saya, saya kagum, saya bersyukur, dengan bukti sayangnya Allah SWT kepada hamba2Nya, memberikan kesempatan kita berinteraksi dengan makhluk ciptaan Nya. Tidak semua wilayah perairan di Indonesia memiliki fenomena seperti ini.
Hiu paus merupakan salah satu kekayaan sumber daya kelautan dan perikanan di Indonesia. Menurut penduduk setempat, di wilayah Gorontalo ada sekitar 13 ekor, namun pernah juga menghilang, dan kemudian muncul lagi 3 ekor. 'Menghilang' bukan berarti hiu paus ini bisa menghilang, namun sepertinya para hiu paus ini berpindah tempat karena adanya perubahan kondisi lingkungan tempat mereka berada. Wilayah tempat mereka biasa muncul ini memang wilayah yang masih bagus, terdapat pabrik pengolahan udang, sehingga memudahkan mereka mendapatkan makanan limbah pengolahan udang. Jika para hiu paus ini ditangkap, bisa jadi bisa memberikan kekayaan pada yang menangkap karena nilai jualnya yang cukup tinggi, tapi setelah itu tidak menyisakan apapun. Tapi dengan memanfaatkan keberadaan mereka sebagai objek pariwisata, jauh lebih dapat memberikan manfaat bagi lebih banyak orang di wilayah tersebut.
Ini merupakan salah satu bentuk nyata kearifan lokal masyarakat Indonesia, menjalankan sila ke-5 keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dengan cara yang sederhana, berbagi rejeki dengan memberikan semua orang di wilayah perairan tempat hiu paus itu untuk mendapat income dengan mengantarkan para wissatawan yang ingin melihat hiu paus tersebut.
Pengalaman ini menakjubkan untuk saya, masih banyak hal yang saya harus pelajari tentang Indonesia.

02 Februari 2014

Petikan Pembelajaran dari Sebuah Perguruan Tinggi

Saya bukan seorang mahasiswa yang sempurna, karena hingga saat ini tercatat masih memiliki kewajiban untuk menyelesaikan kewajiban saya pada salah satu perguruan tinggi, dan hal tersebut wajib saya lakukan karena perikatan saya dengan kepala jurusan yang bersikap terbuka dan mendidik saya untuk bersikap siap menunaikan kewajiban yang telah disepakati.
Tempat ini merupakan tempat berikut setelah tempat pendidikan tinggi pertama saya. Pada awalnya saya tidak terlalu menyadari adanya permasalahan di tempat ini, namun seiring berjalannya waktu, saya menyadari terdapat permasalahan di tempat ini. Permasalahan mendasar mungkin dikarenakan awal keberadaan tempat ini yang wajib ada, namun kurang didukung oleh sumber daya manusia yang mengerti, memahami, dan berusaha mencintai lingkungan tempat pendidikan ini sebagai tempat mendidik sumber daya manusia dengan spesialis ilmu pertahanan. Keberadaan yang diwajibkan, dilanjutkan dengan terdapatnya kesenjangan informasi membuat adaptasi penyesuaian program dengan tempat pendidikan setara menciptakan kesulitan dan keanehan-keanehan yang mungkin tidak tertangkap oleh pihak luar tetapi tertangkap oleh para mahasiswanya dan menimbulkan dampak rasa kecewa.
Program-program yang telah ada selama ini sebenarnya telah baik, dengan para pengajar yang sangat ahli dan berpengalaman, serta memiliki motivasi tinggi untuk berbagi ilmu pengetahuan pada para mahasiswanya; hanya saja proses regenerasi menjadi masalah klasik juga terjadi di tempat ini. Regenerasi para pengajar seharusnya dapat berlangsung dengan baik meskipun perlahan, meskipun regenerasi tersebut memerlukan motivasi besar dan pengorbanan ego yang besar jika ingin menjadikan tempat pendidikan tersebut menjadi lingkungan tempat pendidikan yang nyaman berkualitas dan menghasilkan sumber daya manusia sesuai yang diharapkan dan dicita-citakan oleh para founder tempat tersebut.
Program-program studi yang telah ada telah cukup baik, namun perlu disesuaikan dengan melakukan pengelompokan-pengelompokan mata kuliah yang diajarkan dalam kelompok-kelompok tertentu seperti mata kuliah wajib universitas, mata kuliah wajib fakultas, maupun mata kuliah pilihan. Pengelompokan tersebut akan membantu mengarahkan mahasiswa maupun pihak pengelola untuk menentukan tujuan pemberian mata kuliah tertentu di tempat tersebut. Penambahan suatu program studi juga dapat dilakukan setelah dilakukan identifikasi pengelompokan tersebut dan penyesuaian dengan kebutuhan berdasarkan amanah yang diemban oleh tempat pendidikan tersebut. Keberadaan tenaga pengajar pada awalnya mungkin akan mengalami kesulitan, tapi jika dilakukan dengan tahapan pencarian sumber daya manusia yang agak 'gila' idealis mungkin akan lebih baik untuk melaju di tahapan berikutnya. Berdasarkan pengalaman pada saat berpartisipasi pada proses belajar mengajar, sebenarnya terdapat beberapa tenaga pengajar yang mampu dan senang berbagi ilmu dan pengalamannya terkait spesifikasi perguruan tinggi ini, meskipun pada saat ini mereka juga terlibat di pekerjaan lain. Ketidaktahuan banyak informasi menjadi permasalahan utama dalam beradaptasi bagi tempat pendidikan ini, dan ketidaktahuan tersebut juga menyebabkan adanya kekecewaan yang muncul baik dari mahasiswa, pengelola maupun tenaga pengajar.
Upaya mengatasi permasalahan ini bukan hal yang mudah, karena terlalu banyak stakeholder terkait, dan memerlukan tingkat toleransi tinggi bagi semua pihak yang terlibat jika masih menginginkan keberadaan tempat pendidikan ini di masa mendatang.
Ibarat 'nasi telah jadi bubur', para pihak yang berkepentingan di lingkungan ini perlu memiliki pandangan untuk menjadikan 'bubur' tersebut menjadi 'bubur yang spesial', kesulitan-kesulitan yang ada harus dihadapi, dan memang membutuhkan sumber daya manusia tertentu yang berkenan menjalankan peran laksana 'lilin' yang menerangi sekitarnya meskipun dia akan sedikit terluka karena harus menekan ego nya, dan perubahan pemikiran 'mengapa dipermudah jika bisa dipersulit' juga harus diubah dengan 'mengapa dipersulit jika bisa dipermudah' dengan batasan-batasan yang telah diatur dalam standar operasional yang telah ditetapkan; seperti pada saat pembuatan tugas akhir tidak dapat lagi hanya mengejar dateline kelulusan tanpa memperhatikan kualitas dari penyelesaian tugas tersebut, bukan berarti mempersulit mahasiswa, namun harus diberikan informasi yang jelas pentingnya pembuatan tugas akhir dengan kualitas yang sesuai dengan lulusan perguruan tinggi yang lain, dan jika mampu bisa lebih, namun jangan sampai dibawah kualitas lulusan setara.
Banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan di tempat ini, dan bukan usaha yang mudah, namun juga bukan sesuatu yang mustahil. Saya tidak pernah menyesali keberadaan saya di tempat ini, saya berterimakasih sekali karena saya telah diperkenankan diberikan kesempatan mendapatkan pendidikan yang berbeda namun berguna untuk lebih memahami dan mencintai Indonesia. Mohon maaf sekali karena saya masih dalam proses penyelesaian tugas akhir karena kelalaian saya dalam memanajemenkan waktu dan tenaga saya.
Karena tempat ini saya makin terpana dengan permasalahan Indonesia, tidak dapat hanya mengeluh tetapi harus tetap berusaha memberikan kontribusi dan sikap yang baik demi Indonesia. Akan selalu terkenang dengan saat sharing pengalaman antara kami dengan para pengajar yang baik sekali disertai dengan pengalaman unik bertemu dengan tokoh-tokoh 'ajaib', bertugas menuliskan karya tulis ilmiah dengan tulisan tangan minimal sepuluh halaman dengan standar penulisan karya tulis ilmiah yang berlaku, ikut menjadi duta budaya yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya, dan belajar untuk bersikap sebagai mahasiswa yang baik sekaligus pemberi input pada saat dibutuhkan memperkaya pengalaman saya dengan semua permasalahan yang saya hadapi.
*tulisan ini terispirasi dari banyaknya informasi yang diterima baik dari rekan2 maupun pemikiranku berdasarkan pengamatan, mungkin ini salah satu bentuk cara saya bertutur

29 Desember 2013

Cahaya 2013

Aku bukanlah siapa2...
Aku hanyalah seorang manusia yang penuh dosa...
Banyak janji ataupun kewajiban yang belum kupenuhi hingga jelang berakhirnya tahun ini.

2013

Genap ku penuhi janjiku sendiri pada cahaya...
Senang melihat cahaya itu telah semakin menerangi tempat lain yang memerlukannya...
Mungkin cahaya itu kelak hanya akan dapat menerangiku sesekali saja, tapi tenang saja, akan ku coba tetap pada janjiku sendiri, mencoba berdiri sendiri dan menjadi cahaya bagi diriku sendiri dan tetap berusaha menerangi yang membutuhkanku.

Awal 2014...
Aku akan berusaha untuk menuntaskan janjiku pada guru2 terbaikku saat ini
Guru2 terbaik yang berusaha mengerti kesulitanku, kemalasanku, perilakuku...
Mohon maaf karena aku gagal memotivasi diriku sendiri untuk menyelesaikan janjiku pada kalian tahun 2013, aku harap awal tahun ini aku bisa menyelesaikan apa yang telah ku mulai di tahun 2012.
Cahaya 2013 itu telah menemukan jalannya dan semoga cahaya lain akan datang di saat yang tidak pernah ku ketahui.
Namun sebelum cahaya lain itu datang, aku wajib menuntaskan apa yang sudah ku mulai...
Menuntaskan tulisan2 indah bermakna dengan segenap hati dan pikiran mendalami semua bahan yang ada, dengan semua rupa tema yang berbeda satu sama lain dengan berusaha tetap dalam acuan.
Semoga tahun 2014ku lebih bercahaya bagiku dan semakin baik lagi...

Cahaya...kamu nyaris menghilang saat ini...tidak terlalu nyaman untukku, tapi tetap memberiku kebahagian tersendiri, karena aku tahu kamu memberi cahaya di tempat yang lain...
Cahaya...tenang saja, dengan beragam hal yang kita pelajari bersama tahun 2013 dan tahun2 sebelumnya, aku memiliki banyak bahan bahasan untukku...
Cahaya...aku akan tetap jadi angin...tidak akan mungkin berubah jadi air, jadi jika kau melihatku bersedih, itu tidak apa2, tenang saja, karena sesaat berikutnya angin akan mengubah rasa sedih itu menjadi biasa2 saja, dan angin tersebut akan menguatkannya, minimal akan tetap membuatnya laksana lilin, meski sedikit perih karena terkena lelehan lilin cair tetapi cahayanya akan menerangi lingkungan tempat lilin itu berada.
Cahaya...tenang saja, selama angin itu ada, dia akan hidup dengan membawa keindahan yang ada pada dirinya untuk memberikan kebahagiaan kepada yang lain.

Harapku, Tuhanku Yang Maha Baik, akan mempermudah niatku ini...meskipun aku bukan hambaNya yang baik.
Amin.


25 September 2013

Kisah si Angin

"Menjadi lilin berarti memberikan cahaya bagi orang lain dan membiarkan diri kita sendiri terbakar"...kalimat ini kurasa tepat kukutip untuk menggambarkan kondisi diri pribadi-pribadi yang ingin memberikan manfaat bagi orang lain, namun terkadang tanpa disadari menyebabkan pribadi tersebut terbakar dengan permasalahan yang melanda dirinya.
Sebut saja namanya Angin, perempuan berusia nyari 35 tahun ini belum beruntung bertemu dengan belahan jiwanya. Meski dia tidaklah cantik, namun  segudang masalah menumpuk pada dirinya untuk diatasi. Teringat pada saat dia bercerita memiliki janji pada seorang yang dia segani untuk tidak mengeluh apapun yang terjadi dengan dirinya saat ini, telah membuat dirinya berusaha lebih keras lagi untuk menjadi lebih baik lebih baik lagi. Meski Angin menyadari bahwa dirinya tetaplah manusia, masih banyak keluh kesah yang menumpuk yang keluar dari bibirnya.
Tapi pembelajaran dari lingkungan Angin menjadikan dirinya malu untuk mengeluh. Ada anak-anak kecil yang dengan cara mereka masing-masing mencurahkan permasalahan mereka, berusaha dengan keras mendapatkan perhatian dari figur orang yang mereka segani dan mereka anggap memiliki peran seperti orang tua mereka. Ada rekan kerja yang sangat peduli hingga sangat asyik dengan dunia kerja. Ada pula teman-teman baik dirinya yang selalu tersenyum tertawa menghibur orang lain meskipun segudang permasalahan menanti, banyak tanggung jawab yang harus dijalankan satu per satu ada di depan mata, jarang tersebut dari mereka pemikiran negatif tentang orang lain hanya karena beralaskan alasan subyektifitas, karena lingkungan ini pula Angin merasa dapat melatih diri untuk bersikap obyektif. Meskipun belum terlalu sukses, karena subyektifitas sangat susah dihilangkan.
Banyak orang dilingkungan selalu beranggapan orang lain hidup dengan mudah tanpa adanya banyak permasalahan, padahal jika dilihat lebih dalam, pada diri sendiri saja, Angin merasa kalau kita semua sering menutup diri, memilah milah hal yang bisa diketahui orang lain dan yang tidak boleh diketahui orang lain.
Belajar dari pengalaman waktu kecil, kadang kita meminta sesuatu pada orang tua tanpa berpikir bagaimana orang tua kita mengusahakannya; padahal begitu kita dewasa, ada anak kecil melakukan hal yang sama kita lakukan waktu kecil, kadangkala kita marah besar, hanya karena anak tersebut hanyalah kerabat kita. Hanya bisa tersenyum miris, manakala ada yang memarahi si Angin dan mengatakan betapa bodohnya si Angin mau menuruti permintaan-permintaan tersebut.Belajar tidak peduli dengan ucapan 'telat kawin, perawan tua'...meski kasihan pada orangtua yang akhirnya menjadi tameng terakhir buat anaknya. Hanya karena mereka tau setumpuk masalah yang harus diatasi. Angin...kisahmu inspiratif buat kami, hanya karena tanggungjawabmu, kamu rela membakar dirimu sendiri.

12 Mei 2013

Petuah RMP Sosrokartono (Belajar bahasa Jawa)

Sugih tanpa banda, digdaya tanpa aji 
(Kaya tanpa harta, sakti tanpa jimat)
 

Trimah mawi pasrah 
(pasrah terhadap keadaan yang telah terjadi),
 

Suwung pamrih tebih ajrih 
(jika tak berniat jahat, tidak perlu takut),
 

Langgeng tan ana susah tan ana bungah 
(tetap tenang, tidak kenal duka maupun suka),
 

Anteng manteng sugeng jeneng 
(diam sungguh-sungguh, maka akan selamat sentosa).

Sumber: http://news.detik.com/read/2013/03/20/102719/2198651/608/rmp-sosrokartono-kakak-ra-kartini-yang-polyglot-pertama-indonesia?nd771104bcj

31 Desember 2012

Catatan akhir tahun 2012

Tak terasa hari ini hari terakhir di tahun 2012, banyak sudah yang kujalani di tahun ini. Mulai dari hal-hal yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya, berbagai macam peristiwa, baik yang menyedihkan, menegangkan, membahayakan, hingga menyenangkan, semoga aku bisa mengambil banyak hikmah dibalik semua peristiwa yang kujalani tahun ini.
Berawal dari kesedihan diakhir tahun 2011, kujalani awal tahun 2012ku, tentu tetap dengan optimis dan senyum diwajahku, karena aku selalu terbayang wajah kakak kelas ku yang baik (mba lygia) yang selalu tersenyum apapun yang terjadi.
Diberikan amanah ikut serta dalam kegiatan riset kerjasama terkait bidang hukum, membuatku bersemangat, karena aku tidak harus selalu berhubungan dengan kolega-kolegaku dari satu unit kerja. Kegiatan ini menuntutku kreatif, berusaha memecahkan hambatan yang ada, meski tanpa bantuan secara langsung dari tim, karena menurutku restu/persetujuan saja sudah cukup membantu, apalagi jika ditambah dengan tidak berpikir negatif tentangku.
Kejutan berikutnya datang dengan adanya kesempatan melanjutkan pendidikan, dengan alasan pertama tentu bukan untuk karirku, karena aku memerlukan pendidikan ini agar aku bisa menyelesaikan tugas penelitianku. Meskipun banyak orang yang berpikir negatif tentangku, aku hanya bisa meluruskan niatku, memberitahukan alasan dan meminta ijin kepada para atasanku yang baik, karena mereka orang yang baik berpendidikan tinggi dan pasti karena pengalaman mereka yang luas, mereka akan jauh lebih mudah untuk mengerti alasan utama aku mengambil kesempatan itu. 
Tak terasa sudah satu semester aku menempuh pendidikan dan misiku berhasil karena tugas penelitianku terbantu dengan banyaknya pengetahuan baru dari pendidikan tinggi ini. Terimakasih Tuhan, jika bukan kesempatan dari Mu, tentu aku tidak akan dapat menyelesaikan dengan baik.
Tahun ini aku berkesempatan pula bertemu dengan adikku diperantauan, meski terdapat masalah, aku bangga pada adikku, dia tanpa sadar telah menularkan semangat tidak menyerah pada masalah yang datang padaku. Meski kami berdua memiliki banyak kekurangan, kami tetap akan berusaha semaksimal mungkin yang kami bisa. Semoga Allah mempermudah urusan adikku sehingga dia dapat meluangkan waktu mengunjungi ibuku di Jakarta. amin.
Di 2012 aku pun terakhir melihat dua orang nenekku, mereka pergi dalam rentang waktu yang tidak terlalu jauh. Meski sedih, tapi aku percaya, ini merupakan hal yang paling baik dari Allah untuk mereka, karena mereka bisa beristirahat dengan tenang disisiNya.
Penilaianku sebagai peneliti pada saat awal pengajuan juga memberikan kejutan indah untukku, tidak sia-sia pengajaran yang diberikan oleh para pengajarku selama ini, teman-temanku yang baik berbagi pengalaman, mengkritikku, hingga mendoakanku menjadi yang terbaik dalam menjalani kehidupanku. 

I love this year, I love my love, Wish The Best For Our Live as long as we live. amin. 
Terimakasih untuk orangtuaku, adik dan kakakku, keponakan2ku yang seru; para dosen & peneliti2 senior yang telah menjadi guru, pengajar, teman diskusi, pemberi nasehat terbaik; serta teman2ku yang telah menjadi guru, teman, penyemangat dalam hidupku....Tetap jadi tim yang baik ya....
 

15 November 2012

Filsafah Air untuk Pemimpin yang baik

Sering kita dengar kata air melekat dikeseharian kita secara turun menurun dengan istilah bermacam-macam, seperti kali, sei, ci, batang, long, nanga, tukad, river, water, rio. Air salah satu unsur penyusun jagad raya selain tanah, api, angin, dan ruang (jika menurut konsepsi salah satu suku di Bali). "...dari air Kuciptakan segala yang hidup", demikian salah satu pernyataan dalam ayat Al Quran. Jika dilihat dan dipelajari lebih lanjut, air memiliki karakter yang baik untuk pemimpin, yaitu:
  1. Laut sebagai tempat air yang begitu luas, menampung semua kotoran yang ditumpahkan kepadanya, berada ditempat yang bawah/rendah. Pemimpin yang baik semestinya berjiwa lapang, luas, dapat menampung semua permasalahan termasuk yang kotor.
  2. "Mengisi hingga relung terkecil", disini berarti pemimpin yang baik keberadaannya seakan tidak terasa dikarenakan berada dimana-mana dan menjadi bagian dari semua yang ada.
  3. "Berfungsi sebagai cermin", seorang pemimpin yang baik dapat menjadi cermin bagi anak buahnya.
  4. "Naik bersama-sama", permukaan air naik bersama-sama dan kemudian surut bersama-sama; pemimpin yang baik adalah yang turut serta anak buahnya naik-turun bersama-sama.
  5. "Melewati tanpa menyisihkan", pemimpin yang baik, mencapai tujuannya tanpa harus mempergunakan cara-cara yang buruk, sikut kanan sikut kiri.
Tulisan ini terinspirasi dari tulisan Belajar dari Air Warta Dipterokarpa Vol.1 No.2 Th.2007.

12 Agustus 2012

Jadi Mahasiswa (lagi) di 2012

Tahun 2012 ini Allah SWT mengabulkan doaku untuk belajar dan belajar untuk dapat lebih berkonsentrasi bekerja untuk negara. 
Dimulai dengan kesempatan hanya ikut di 1 (satu) kegiatan penelitian di kantorku, penelitian hukum, bekerjasama dengan para peneliti yang juga merupakan dosen FHUI. Hal ini merupakan kesempatan emasku untuk belajar penelitian hukum secara praktek (kembali). Survey lapang di 3 (tiga) lokasi, Jakarta, Pontianak & Sambas, dan Sorong, membawa hikmah yang baik untukku semakin cinta pada tanah air untuk memiliki niat memberikan alternatif solusi permasalahan bangsa. 
Kesempatan berikutnya datang pada saat aku mengikuti Diklat Jabfung Peneliti Tk.Pertama di Pusbindiklat LIPI di Bulan akhir Mei hingga pertengahan Juni. Di tempat ini berkesempatan untuk mengenal lebih dalam dunia penelitian di luar unit kerjaku. Ada yang berasal dari Balai Arkeologi (baru tahu lho...aku ada Balai Arkeologi), Litbang DPR, Pusat Kajian Perdagangan, Kementerian Kominfo, Litbang Perhubungan, Litbang Kemenakertrans dan tentu saja dari kelautan dan perikanan. Selama berjalannya pelatihan (3 minggu), kami berbagi aneka informasi, ada yang bercerita tentang ekscavasi (teknik penelitian arkeologi); nelayan bajo, garam dan illegal fishing (untuk sisi kelautan dan perikanan); informasi seputar kereta api, perhubungan darat, ASDP, perhubungan udara (untuk sisi perhubungan), analisis perjanjian kerjasama perdagangan dengan negara lain (sisi perdagangan), terkait dengan transmigrasi (dari sisi ketenagakerjaan), ada juga yang membahas tentang perusahaan komunikasi (dari kominfo), dan terakhir membahas tentang perumahan rakyat (litbang DPR). Keanekaragaman informasi membuat kami saling bertukar informasi dan mempelajari hal baru terkait kebijakan satu sama lain. 
Dan semakin berbonus pada saat aku mendapatkan kesempatan bersekolah di Universitas Pertahanan Indonesia. Beasiswa yang tidak pernah berani kubayangkan sebelumnya, karena aku lebih sering merasa tidak percaya diri.  Hingga saat ini yang terbayang dimataku, hanya memanfaatkan kesempatan yang diberikan Allah kepadaku. Semoga aku bisa bermanfaat lebih baik lagi untuk lingkunganku. Terimakasih Allah, atas semuanya. 

Terkait survey lapang,

33 Tahun 'HilanG TahuN'

Tak terasa...sudah memasuki 33 tahun hilang sudah jatah kehidupanku...sudah banyak juga pengalaman hidup yang ku dapat, baik buruk...semoga di sisa usia yang aku tidak tahu, aku berharap bisa memanfaatkannya dengan baik
Tidak banyak harapan yang ingin ku gapai saat ini, hanya ingin bermanfaat buat ibu, bapak, adikku Rudy, dan keluarga ku yang lain. Selain juga bermanfaat untuk kepentingan yang lebih besar, untuk negara ku tempat ku berdiam, mungkin terdengar klise, tetapi seperti yang dikatakan oleh guru agamaku 'innama a'malu bin niat' (segala sesuatu tergantung dari niat), mohon maaf kalau salah tulis, tapi aku mengartikannya berarti kalau niat kita baik, Insyaallah, Allah Maha Mengetahui, Insyaallah pasti dipermudah Allah, SWT.
Jika ada yang bertanya soal jodohku...mohon maaf, saya mungkin bukan yang terbaik, jadi tidak mau terlalu berharap, takut kecewa. Suwun. 
'renunganku di 12082012

01 April 2012

Catatan iseng....Kegiatanku selama Triwulan 2012

Tidak terasa telah 3 bulan berlalu di tahun 2012 ini, dan sudah lama sekali tidak menulis di blog ini. Mohon maaf untuk media ku, karena aku menelantarkan dirimu. Alhamdulillah, untuk tahun ini, kegiatan formal di tempat kerjaku tidak banyak, harapanku untuk bisa dapat kegiatan sesuai dengan bidangku dikabulkan oleh Allah, SWT. Kegiatanku benar-benar fokus untuk melakukan kajian hukum (as my wish to Allah), dan pastinya akan lebih banyak untuk desk study karena memang banyak hal yang harus ku pelajari kembali.
Disela-sela kegiatan utamaku, Alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk bersilaturahmi mendapatkan pengetahuan dan meng up date informasi terkini lewat acara Jakarta Food Security Summit (JFSS) II yang diselenggarakan oleh KADIN, seminar nasional yang diselenggarakan oleh DEKIN terkait masalah rumput laut dan pelayaran, seminar internal di kantor dan International Workshop yang diselenggarakan oleh UKP4.

Catatan JFSS II
after attend this forum, just knew that anything if really wanna get succes in our development program, we must remember that Master Plan (MP3EI) adalah pedoman. Even no punishment if we not follow, tapi sebagai Warga Negara yang baik, kita harus bersama-sama mewujudkan cita-cita yang baik untuk kesejahteraan bersama bangsa dan negara.

Catatan Seminar dari DEKIN
Untuk tema terkait produk kelautan dalam hal ini rumput laut, perlu pengembangan dan pemanfaatan potensi agar dapat memberikan kesejahteraan bagi bangsa, perlu dilakukan bersama-sama.
Terkait dengan tema pelayaran, wajib dipelajari dan dipahami, kebijakan pelayaran juga terkait dengan permasalahan kelautan, dan hingga saat ini belum ada peraturan perundang-undangan khusus mengatur tentang kelautan.

Catatan Seminar Internal
Tulisanku di sini berbeda jauh sekali dengan yang aku presentasikan, tapi itu karena kesalahanku, aku tidak berminat untuk ikut. Tapi ada hikmahnya lho aku ikut, hal ini menyebabkan aku mendapatkan masukan yang baik mengenai cara menulis, membuat alur penulisan yang baik, meskipun hingga saat ini, karena kemalasanku untuk menjadwalkan waktu untuk berlatih menulis, tulisan itu belum aku perbaiki kembali.

Catatan Int' Workshop
Workshop int' ini terkait dengan pembuatan model kebijakan dan simulasi kebijakan, hal baru buatku (mungkin karena keterbatasan dalam aku belajar). Dapat pengetahuan baru (mungkin jika buat pembaca yang lain itu hal biasa), semoga aku bisa membuat model kebijakan sosial yang baik setelah ini,

Dampak mengikuti acara terakhir, aku pun hari ini mencoba menulis kembali di blog pribadiku ini, semoga setelah ini, aku mulai bersemangat kembali melakukan hal-hal yang baik untuk meningkatkan kemampuanku menulis.

28 Oktober 2011

Thalassemia

Thalassemia adalah penyakit genetis dengan angka kejadian terbanyak, diperkirakan terdapat sampai 250 juta pembawa gen thalassemia di seluruh dunia, dan karena dapat diwariskan kepada keturunannya, maka jumlah ini akan meningkat terus jika tidak diatasi.
Thalassemia merupakan penyakit keturunan dimana terdapat kelainan atau perubahan pada pembentukan hemoglobin yang menyebabkan sel darah merah mudah rusak atau umurnya lebih pendek, sehingga penderita mengalami anemia, bahkan dapat mengakibatkan kematian.
Ada 3 (tiga) jenis Thalassemia:
  1. Thalassemia Trait/Minor: membawa gen thalassemia tetapi tidak menunjukkan gejala thalassemia, namun tetap dapat mewariskan gen thalassemia pada anak-anaknya;
  2. Thalassemia Mayor: Penderita thalassemia mayor biasanya terlihat normal pada saat lahir tetapi menderita kekurangan darah pada usia antara 3-18 bulan. Apabila tidak dirawat dengan baik, umumnya penderita thalassemia hanya bertahan sampai pada usia 1-18 tahun; dan
  3. Thalassemia Intermedia: Penderita Thalassemia jenis ini dapat memerlukan tranfusi darah secara berkala, tetapi tidak seumur hidup seperti pada Thalassemia Mayor.
Cara mencegah bertambahnya Penderita Thalassemia:
  • Melakukan Skrining (pemeriksaan) dan mengidentifikasi pembawa gen thalassemia;
  • Menghindari perkawinan antara 2 (dua) orang pembawa gen thalassemia (Thalassemia Trait/Minor); dan
  • Memeriksa janin yang dikandung oleh pasangan pembawa gen dan mengkonsultasikan hasilnya, apabila janin dinyatakan sebagai penderita thalassemia mayor.
Cara mengetahui Penyakit Thalassemia:
  • mengetahui silsilah keluarga/riwayat keluarga thalassemia
  • pemeriksaan klinis/fisik
  • pemeriksaan laboratorium 
* untuk informasi lebih lanjut mengenai thalassemia, kunjungi yayasan thalassemia Indonesia di wilayah anda.

28 September 2011

Mau Tahu Bisa

Catatan ini ku buat setelah mengikuti sebuah pelatihan, dimana fasilitator memotivasi kami dengan kalimat-kalimat yang inspiratif.
Jika ingin menjadi fasilitator yang baik (dapat diterapkan untuk kehidupan sehari-hari lho...), maka kita harus OBYEKTIF, menggunakan BAHASA yang Sama, dan berusaha untuk menyesuaikan dengan pribadi orang di sekitar kita yang sedang kita hadapi, sehingga ada keterikatan emosi (baca: interpersonal impact).
Ada 4 (empat) tipikal audiens dari 3 (tiga) kata kunci Mau Tahu Bisa, yaitu:
  1. Jika audiens : Sudah ada keMauan, memiliki pengeTahuan, dan Bisa untuk melaksanakan; maka bentuk komunikasi cukup dengan Delegate;
  2. Jika audiens : Sudah ada keMauan, memiliki pengeTahuan, tetapi Tidak Bisa untuk melaksanakan; maka bentuk komunikasi sebaiknya dengan Participate;
  3. Jika audiens : Sudah ada keMauan, Namun Tidak memiliki pengeTahuan, dan Tidak Bisa untuk melaksanakan; maka bentuk komunikasi sebaiknya dengan Ensure;
  4. Jika audiens : Tidak memiliki keMauan, Tidak memiliki pengeTahuan, dan Tidak Bisa untuk melaksanakan; maka bentuk komunikasi sebaiknya dengan Direct.
Sebaiknya Fasilitator Tidak Boleh Memiliki "STANDAR PRILAKU"
Jika kita memerankan peran sebagai Fasilitator, sebaiknya memperhatikan REAKSI, KNOWLEDGE, BEHAVIOUR CHANGE, dan RESULT, jadi harus memperhatikan dari awal memerankan hingga akhir pelaksanaan peran tersebut apabila kita ingin melakukan evaluasi terhadap peran yang kita laksanakan.
Memberikan Kritik dan Saran kepada pihak lain sebaiknya memperhatikan Situation, Task, Action, Result, dan Alternative Result; sehingga koridor tujuan diberikannya kritik dan saran untuk mengarah ke perbaikan tercapai.

07 September 2011

Just share sweet words that I've got [9896]

Layang-layang terbang melayang, lihat kursi mirip wayang;
siapa bilang aku tak sayang, tiap malam wajah adinda terbayang.

Jika kamu bertanya, mana yang lebih penting ?
hidupku atau hidupmu ? aku akan menjawab hidupku.
Tapi jangan marah dulu, karena kamulah hidupku.

Tadi malam, aku kirim bidadari untuk menjaga tidurmu.
Eehh...dia buru-buru balik, katanya, 'ahh...masa bidadari disuruh jaga bidadari ???'

Aku pernah jatuhkan setetes air mata di selat Sunda.
Di hari aku bisa menemukannya lagi, itulah waktunya aku berhenti mencintaimu.

Cinta kita telah melewati banyak rintangan.
Tapi, percayalah ia tak sedikitpun mengurangkan cintaku padamu.

Kaulah segalanya bagiku.
Tanpamu, betapa sepi hari-hariku.
Tanpamu tiada lagi canda dan tawaku.
Tanpamu betapa hampanya hidupku.
Sayangku, aku tak bisa jauh darimu.

Di mata mu sendu, ada kabut rindu.
Di mata mu cerah, ada pendar gairah.
Di mata mu bening, aku tak bisa berpaling.

"last but not least: Mohon Maaf Lahir Batin 1432 H, atas kesalahan & khilaf dalam kata & prilakuku selama ini"

26 Juni 2011

5 Kunci Keamanan Pangan

Ada 5 (lima) kunci Keamanan Pangan, yaitu:

1. Jaga Kebersihan
Cuci tangan sebelum mengolah pangan & sesering mungkin selama pengolahan pangan, sesudah dari toilet, cuci & sanitasi seluruh permukaan yang kontak dengan pangan & alat untuk pengolahan pangan; dan menjaga area dapur & pangan dari serangga, hama, dan binatang lainnya.
Hal tersebut perlu dilakukan karena walaupun mikroba (tidak seluruhnya)dapat menyebabkan gangguan kesehatan

2. Pisahkan Pangan Mentah dengan Pangan Matang
Pisahkan daging sapi, daging unggas, dan pangan hasil laut dengan pangan lainnya. Penggunaan peralatan terpisah untuk mengolah pangan amat disarankan. Dapat juga simpan pangan dalam wadah untuk menghindari kontak antara pangan mentah dan pangan matang.
Perlunya pemisahan pangan mentah dan matang adalah agar tidak ada penyebaran mikroba patogen bahan pangan mentah ke pangan matang.

3. Masak dengan benar
Pangan harus dimasak dengan benar terutama untuk daging sapi, daging unggas, telur, dan pangan hasil laut. Jika dilakukan dengan merebus, harus sampai mendidih dan usahakan agar suhu internal mencapai 70 derajat celcius. Untuk daging, usahakan cairannya bening tidak berwarna merah muda. Jika ingin memanaskan, panaskan pangan secara benar.
Memasak pangan dengan tepat dapat membunuh mikroba patogen. Jika pangan dimasak dengan suhu internal 70 derajat celcius dapat memberikan kepastian pangan aman untuk dikonsumsi.

4. Jaga Pangan pada Suhu Aman
Jangan biarkan pangan matang pada suhu ruang lebih dari 2 JAM, simpan segera semua pangan yang cepat rusak dalam lemari pendingin (sebaiknya suhu dibawah 5 derajat Celcius), pertahankan suhu pangan lebih dari 60 derajat Celcius sebelum disajikan. Penyimpanan pangan terlalu lama di lemari pendingin pun sebaiknya tidak dilakukan dan jangan biarkan pula pangan beku mencair pada suhu ruang.
Mengapa perlu dilakukan, karena Mikroba dapat berkembang biak dengan cepat pada suhu ruang, dengan menjaga suhu ruang di bawah 5 derajat celcius atau di atas 60 derajat Celcius pertumbuhan mikroba lebih lambat atau berhenti. beberapa bakteri mikroba paktogen dapat tumbuh pada suhu di bawah 5 derajat celcius.

5. Gunakan Air dan Bahan baku yang aman
Gunakan air yang aman atau beri perlakuan agar air aman tidak terkontaminasi. Pangan dipilih yang segar dan bermutu. Cara pengolahan sebaiknya dipilih yang menghasilkan pangan aman. Buah-buahan dan Sayuran harus di cuci terutama jika akan dimakan mentah.
JANGAN MENGKONSUMSI PANGAN KADALUARSA.
Bahan baku termasuk air & es dapat terkontaminasi oleh mikroba patogen & bahan kimia berbahaya. Racun dapat terbentuk dari pangan yang rusak dan berjamur; dan sebaiknya pilihlah bahan baku dan perlakuan sederhana seperti mencuci & mengupas kulit agar dapat mengurangi resiko.

* Info dari Direktorat Surveilan & Penyuluhan Keamanan Pangan

22 Mei 2011

Karbon Biru: Peran Laut Yang Sehat Dalam Mengikat Karbon "sebuah telaah tanggap darurat"

Tulisan ini merupakan gambaran singkat isi dari buku Karbon Biru (seperti judul tersebut di atas).
Pada bagian pendahuluan, dijelaskan bahwa laporan ini mengkaji potensi mitigasi dampak perubahan iklim melalui peningkatan pengelolaan dan pelestarian ekosistem-ekosistem laut, terutama habitat-habitat vegetasi di kawasan pesisir, atau disebut juga sebagai Karbon Biru. Terdapat gambar daur karbon yang menjelaskan bahwa laut memiliki peran yang sangat penting dalam daur karbon tersebut. Ekosistem-ekosistem laut menyerap dan menyimpan lebih dari separuh karbon hijau (yaitu karbon yang terikat oleh organisme-organisme hidup melalui proses fotosintesis.
Pada bagian pelepasan dan penyimpanan-proses pengikatan karbon, sebagai pembaca awam, pembaca diperkenalkan bahwa karbon terdiri dari berbagai macam, jadi tidak hanya karbon biru saja, juga terdapat karbon coklat (CO2), karbon hitam (partikel abu), dan karbon hijau (penyerapan karbon melalui proses fotosintesis). Selain itu pada bagian ini dibahas mengenai emisi rumah kaca global menurut sektor, fakta mengenai warna-warna karbon, sumber-sumber pembakaran yang menghasilkan karbon hitam, dan penjelasan bahwa 45% karbon hijau tersimpan pada ekosistem-ekosistem alam di darat sedangkan sisanya sebanyak 55% terserap oleh biota laut termasuk plankton dan ekosistem-ekosistem penyerap karbon biru (blue carbon sink).
Pada bagian selanjutnya diberi judul planet biru : lautan dan iklim, terdapat penjelasan mengenai daur karbon dalam lingkungan laut global, fluktuasi karbon di laut, sirkulasi termohalin, fakta bahwa lingkungan laut merupakan pompa karbon raksasa, dan fakta peran virus dan bakteri kelautan dalam daur karbon.
Bagian selanjutnya adalah mengenai 7 (tujuh) dampak buruk yang akan dialami oleh lingkungan laut itu sendiri akibat perubahan iklim. Dampak buruk tersebut yaitu :
  1. Pencairan Es di Samudra ARTIK 
  2. Perubahan Sirkulasi dan ekspansi termal
  3. Peningkatan dalam frekuensi dan keganasan badai 
  4. Stratifikasi Kolom Air dan Kehilangan "Sistem Pompa" di Perairan Pesisir
  5. Perubahan Penyebaran Spesies dan Jalur-jalur Ruaya
  6. Pengasaman Air Laut
  7. Hilangnya Terumbu Karang dan Keanekaragaman Hayati yang berasosiasi dengannya 
Selanjutnya dibahas mengenai Karbon Biru, peran laut sebagai carbon sink. Bahwa salah satu fungsi utama habitat pesisir yang ditumbuhi oleh vegetasi adalah perannya sebagai penimbun karbon. Selain penimbunan sebagian produksinya sendiri, penyerap karbon biru (blue carbon sink) dapat mengurangi kecepatan arus (aliran atau gerakan air), merubah sifat turbulensi dan mengatasi kekuatan/mengurangi dampak ombak. (hal. 38)
Pada bagian ini juga dijelaskan mengenai ketidakjelasan dan angka-angka perkiraan tertinggi penyerapan karbon oleh penyerap karbon biru. Terdapat  tabel estimasi rata-rata dan maksimum laju areal penyerap karbon biru dan laju tahunan penimbunan karbon, fakta bahwa karbon laut dalam daur global, ekosistem-ekosistem penyerap karbon biru, dan fakta mengenai proposal-proposal rekayasa geografik untuk mitigasi peningkatan CO2.  
Bagian selanjutnya adalah penjelasan mengenai Kemerosotan Pesat Wilayah Penyerap Karbon Biru di Seluruh Lautan Dunia dan bagian Penyerap Karbon Biru dan Kenyamanan/Kesejahteraan Manusia, selanjutnya adalah bagian yang menerangkan mengenai Adaptasi dan Mitigasi berbasis Ekosistem, dan juga terdapat arah kebijakan yang dirumuskan berdasarkan pada hasil dari kajian tersebut.
Kebijakan-kebijakan kunci yang disarankan adalah opsi-opsi sebagai berikut :
  1. Pembentukan dana blue karbon untuk perlindungan dan pengelolaan pesisir dan ekosistem kelautan dan penyerapan karbon;
  2. Segera melindungi setidaknya 80% dari luas padang rumput laut, rawa asin dan hutan bakau melalui pengelolaan yang efektif;
  3. Memprakarsai latihan pengelolaan sehingga mengurangi dan menghilangkan ancaman dan mendukung potensi pemulihan dalam masyarakat penyerap karbon biru;
  4. Memelihara pangan dan ketahanan mata pencaharian dari laut dengan pelaksanaan yang komprehensif dan pendekatan ekosistem terpadu yang ditujukan untuk meningkatkan ketahanan manusia dan sistem alam terhadap perubahan; dan 
  5. Mengimplementasi Strategi saling menguntungkan di sektor-sektor berbasis sumberdaya laut. 
Buku ini secara keseluruhan jika dibaca oleh orang 'awam' tanpa didampingi oleh orang yang mengerti betul mengenai apa yang tertulis didalamnya cukup membingungkan, karena bahasa buku ini tidak mudah di mengerti (atau mungkin karena saya terlalu bodoh sehingga tidak mengerti). Yang saya tangkap dengan bahasa sederhana yang bisa langsung diterapkan sebagai bentuk kebijakan yang bijaksana dan mudah dilaksanakan oleh semua lapisan masyarakat adalah JAGALAH EKOSISTEM PERAIRAN DI LINGKUNGAN MU, ENTAH ITU LAUT, SUNGAI, BERSAHABATLAH DENGAN AIR, KARENA KITA HIDUP DIKELILINGI OLEH AIR. JIKA KITA BERSAHABAT DENGAN AIR, BERARTI KITA JUGA MEMATUHI DAN MELAKSANAKAN APA YANG DIAMANATKAN PARA LELUHUR KITA, NENEK MOYANG KITA, UNTUK MENJAGA KELESTARIAN ALAM DEMI KEBERLANJUTAN KEHIDUPAN ANAK CUCU KITA. 
Jadi, Pemahaman mengenai Kearifan Lokal (local wisdom) di masyarakat lebih utama untuk menjaga kelestarian bumi ini.
*) Tulisan ini dibuat setelah menghadiri acara launching buku 'Karbon Biru: Peran Laut Yang Sehat Dalam Mengikat Karbon'. Buku ini merupakan hasil terjemahan dan cetakan versi Bahasa Indonesia oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan.
Buku ini merupakan sebuah laporan yang disusun melalui kerjasama UNEP, FAO, dan IOC/UNESCO, serta kontribusi melalui undangan khusus dari DR. Carlos M. Duarte, Institut Mediterrani d'Estudis Avancats, Spain.
Penulis : 
Christian Nellemann, Emily Corcoran, Carlos M. Duarte, Luis Valdes, Cassandra DeYoung, Luciano Fonseca, dan Gabriel Grimsditch. 
Tim Penyelaras Bahasa : 
Achmad Poernomo dan Tonny Wagey
ISBN : 978-82-7701-088-5
Jumlah halaman : 84.

Mohon maaf jika tidak berkenan dengan apa yang ditulis dalam tulisan ini, tidak ada maksud negatif, karena pemikiran yang terbersit adalah agar nantinya masyarakat bisa menerapkan hasil-hasil kebijakan dari kajian yang telah dilakukan di masyarakat. Dilakukan di Masyarakat, dan untuk Masyarakat.




22 Februari 2011

Nama itu adalah doa

Nama itu adalah doa dan harapan dari orangtua, dengan berprasangka baik akan setiap arti kata yang terkandung didalamnya, Insyaallah akan terwujud apa yang diharapkan dalam doa yang dipanjatkan dalam nama tersebut.

Ini adalah sekelumit kisahku dalam arti namaku pemberian bapak dan ibu tercinta.

Bayu itu
angin (sansekerta)....semoga tidak angin-anginan ^.^ jadi bisa berpegang teguh pada pendirian bukan pada 'si teguh'

Vita itu
harapan (sansekerta), hidup (latin), kehidupan (skandinavia), mutiara, mimpi, dan bersahaja (indonesia).....
berarti aku menjadi harapan untuk hidup dan kehidupan just to whom they really need me
menjadi mutiara yang diimpikan dengan segala kesahajaan yang ada padaku, hummm really wish can be my parents dream

Indah itu
cantik, elok, bagus, dan enak dipandang (indonesia)....not only pretty outside, some people said better if we have a beautiful manner, karena aku tidak suka merias diri, jadi mungkin berusaha menjadi pribadi yang baik saja ^.*

Yanti itu
halus, lembut, dan rajin bekerja (indonesia)....ehm semoga ada kehalusan di setiap ketegasan dan kelembutan di setiap sikap keras, serta kerajinan dalam setiap hal yang harus kulakukan pada masa lalu, saat ini dan hingga tutup usia nanti.

-amin- best wishes for all -